Senin, 15 Desember 2014

Hijrah Hijau? Why?

Hi everyone, this is my first time ya nulis di blog. So, maafkeun kalau tulisannya masih amburegul emeseyu bahrelwaayyy bahrelwaaayyyy hehehehe...

Yang namanya perempuan, secuek-cueknya pasti satu momen akan take a look sama penampilannya dan berusaha semakin memperbaikinya. Salah satu yang sering jadi perhatian wanita ya nggak jauh-jauh dari masalah wajah dan kulit. Aku cuma mau sharing aja sih pengalaman 'berselingkuh' dengan berbagai macam produk skincare. Mulai yang ada di pasar sampai yang harus ke pusat perbelanjaan.

Sebelumnya, udah banyak produk skincare yang saya coba. Mulai P*nds yang ngetren di jaman SMP, Clean n Clear, Garnier, hingga Kiehl's, L'Occitane hingga Chanel. Mulai yang isinya mostly artificial chemical ingredients (alkohol, paraben, SLS) hingga yang isinya mostly natural dan berstandar Eco-Cert (sekalipun mereka menggunakan alkohol sebagai campurannya, alkohol mereka merupakan alkohol yang dihasilkan dari alam secara natural bukan sintetis).

Awalnya, saya nggak percaya dengan khasiat bahan herbal. Karena prosesnya yang cenderung tidak instan dan terkesan kuno. Sebagai remaja (pada saat itu) yang ada dikepala saya hanya mendapatkan hasil instan, cepat dan mudah. Tetapi kulit saya menolak produk-produk dengan bahan yang mostly artificial itu dan pada saat itu saya belum menyadari bahwa terdapat beberapa bahan sintetis tersebut yang memicu timbulnya bruntusan, white head dan komedo. Kulit saya jadi beruntusan tak kunjung sembuh! Suatu ketika saya mendapatkann bingkisan dari kawan saya yang baru saja kembali dari Singapore, yaitu Sephora Instant Moisturizer yang tidak mengandung paraben didalamnya. 
 Awalnya saya ragu untuk mencobanya karena pada saat itu saya sedang berada di bawah pengawasan dermatologist, tapi akibat rasa penasaran sayapun mencobanya. Dan VOILA! cocok! kulit saya menjadi sangat lembut, terhidrasi, ringan dan flawless lah pokoknya dan tidak emnimbulkan any side effects dengan obat-obatan dari dermatologist saya. Dari pengalaman berkesan dengan produk Sephora membuat saya menyadari bahwa skincare yang tanpa paraben, phthalates, dan non-comedogenic lah yang bagus untuk kulit! Mulailah dari situ penjajakan saya terhadap bahan natural dimulai. Kemudian saya beralih ke Kiehl's yang merupakan brand lawas asal amerika. Pada tagline mereka tertulis bahwa produk yang mereka hasilkan merupakan hasil riset oleh para ahli dermatologis dan ahli farmasi, selain itu juga mereka mengklaim bahwa bahan yang mereka gunakan juga natural. Pada beberapa produk Kiehl's memang saya merasakan kecocokan sehingga saya menggunakannya hingga saat ini seperti Kiehl's Overnight Biological Peel yang selalu meninggalkan kesan kulit sehalus pantat bayi setiap bangun tidurnya dan pori-pori wajah yang mengecil ! Ada juga Calendula tonernya yang terbuat dari ekstrak bunga Calendula (bahkan kelopak bunganya pun ada dalam kemasannya) yang juga kece abis buat membantu kemerahan dimuka dan membantu menyegarkan muka.

Calendula toner
 
meskipun juga tidak semua produk Kiehl's cocok pada wajah saya. Saya kurang cocok dengan seri Rare Earth nya dan seri Blue Herbalnya, karena mereka makin memperparah timbulnya jerawat di muka saya yang cenderung oily-acne prone ini. Padahal saya memakai dua seri tersebut atas saran beautician Kiehl's. *Sedddiiiiiiiiihhhhhhh*

Setelah puas mencoba Kiehl's, saya beralih ke L'Occitane. Brand asal Provence Prancis ini sebagian produknya telah mengantongi sertifikasi ECO-CERT yang menandakan bahwa produk mereka dijamin ke naturalannya! Dan semakin baik pula bagi kulit dan wajah saya! Favorit saya dari brand L'Occitane ini buanyaaaaakkkkk sekali, mulai Angelica Cleansing Gel yang cocok buat mengunci kelebihan minyak di wajah dan membuat mate lebih lama, Angelica eye roll-on yang selalu saya masukkan dalam tas sebagai senjata pamungkas melawan puffy eyes gara-gara terlalu lama menghadap laptop (maklum, ngejar skripseeeh) --"
Angelica Cleansing Gel
Angelica Eye Roll-On
 
Juga Immortelle Brightening Shield yang merupakan sunblock ber-SPF 40 (tahan 8jam) yang tidak membuat muka saya oily (konon semakin tinggi SPF semakin membuat oily, but it doesn't at all!) justru membuat wajah saya terlihat flawless natural, selain itu meskipun Immortelle Brightening Shield ini agak sedikit pricey (+- Rp. 735.000 in store) untuk kantong mahasiswa tetapi dalam pemakaiannya tidak dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Satu botol berukuran 30 ml, awet untuk pemakaian selama enam bulan. Yang artinya dalam sebulan anda hanya menyisihkan Rp. 122.500 dan dalam sehari anda hanya menyisihkan sekitar Rp. 4.100 saja. Cukup sepadan menurut saya :) Dan yang terakhir, yang selalu membuat saya jatuh hati kepadanya adalah Immortelle Divine Eyes yang SUPER DAEBAAAAKKKK !!!!! meskipun seri ini dikhususkan bagi mereka yang telah memasuki masa lanjut tetapi efeknya emang ga bisa dihindari untuk ga jatuh cinta. Pernah suatu kali saya coba-coba menggunakan Immortelle Divine Eyes milik mama saya di malam hari sebelum tidur. And Know what? Besoknya kantong dibawah mata saya nampak kempes (emang ban?) kulit bawah mata juga nampak well-nutritioned dan elastis sampai saya suka mencubit kulit bawah mata saya dipagi hari itu. Sangat direkomendasikan bagi anda yang memiliki kantung mata yang sudah akut dan fine lines sekitar mata yang ingin dihilangkan.
Dari pengalaman manis bersama bahan natural yang memberikan hasil tanpa memberikan efek jika dipakai bersamaan dengan produk dokter itu lah yang akhirnya membuat saya memutuskan hijrah hijau. Maksud saya dengan hijrah-hijau disini adalah dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan sintetis yang tidak berasal dari alam yang terdapat pada produk skincare kita. Karena tidak hanya merusak kulit saja, melainkan juga merusak bumi. Contohnya adalah SLS yang banyak ditemukan pada produk sabun kita yang membuatnya memiliki busa berlimpah, apabila limbah air mandi kita yang mengandung SLS tadi masuk ke sungai atau laut dan mencemarinya, otomatis ikan-ikan di sungai atau laut akan tercemar juga. Apa anda mau memakan ikan-ikan yang sudah tercemar oleh SLS anda?

Do Not Eat For What You Can't Eat

Maksudnya adalah, mulailah menggunakan produk berbahan alami, natural dan vegan bagi tubuh kita. Jangan menggunakan produk bagi kulit yang kita sendiri tidak bisa memakannya. Memang L'Occitane, Kiehl's dan Sephora tidak bisa dimakan tetapi itu sudah merupakan langkah awal saya dalam memulai hijrah hijau ini. Dan sebagai penyemangat bagi rekan-rekan yang akan hijrah hijau secara perlahan. You can try those products, girl! Semoga postingan kali ini memberi manfaat.

Untuk postingan selanjutnya, saya akan membahas my recent skincare products yang terbuat dari 100% bahan alami made in Indonesia. Yes, it is Local Brand boo! Yaitu Bluestone Botanicals, Made in Bali loh ! Here is the preview pic!





Where to find (Surabaya Only):
 
Kiehl's : SOGO TUNJUNGAN PLAZA 4

L'Occitane :
  1. L'OCCITANE Tunjungan Plaza IV
  2. L'OCCITANE Sogo Tunjungan Plaza
  3. L'OCCITANE Galaxy Mal Surabaya
  4. L'OCCITANE Ciputra World Surabaya